Archive for August, 2007

dari boyaz untuk para perempuan

Sunday, August 19th, 2007

Untuk
para perempuan yang pernah dianggap lemah…

Berjuanglah, jangan pernah menyerah. Kita
memiliki dua kekuatan, hati dan pikiran. Kita tidak dilahirkan sebagai makhluk
lemah tanpa daya, kita membangun dunia dengan kasih. Dengan kelembutan yang
tercipta sebagai sumber kekuatan.

Percayalah, kita mampu bangkit, kita
mampu bertahan. Jangan pernah menyerah jika kita berada dibawah superioritas
dan dominitas mereka yang merasa bisa berkuasa atas kita. Yakinkan diri kita,
gunakan kekuatan hati kita, untuk terus bertahan. Gunakan kekuatan pikiran kita
untuk bangkit, tanpa harus merasa tersakiti.

Untuk
para perempuan yang pernah merasa direndahkan…

Yakinlah, kita istimewa. Kita tercipta
sebagai manusia dengan ketabahan luar biasa, Namun memiliki kekuatan dari dalam
yang membuat kita terus bertahan, tanpa menyerah. Biarkan mereka menganggap
kita manusia dengan kasta terendah, lalu tinggalkan mereka sendiri, tanpa ada
kita untuk melengkapi.

Buktikanlah jika kita pantas dihargai,
dan dihormati, dan diperlakukan dengan baik.

Untuk
para perempuan yang pernah merasa dilecehkan…

Lawan! Jangan biarkan kita terus
diinjak-injak, kita bukanlah jenis manusia yang pasrah, dan lemah. Kita bukan
objek untuk dijadikan tolak ukur kekuatan mereka.

Jangan pernah merasa sendirian, karena
kita berharga, dan pantas dihargai.

Untuk
para perempuan yang penuh kasih…

Biarkan dunia melihat kita, tunjukkan
bahwa kasih adalah kekuatan terbesar dalam hidup, buktikan, bahwa kasih tak
bersyarat. Bahwa kasih mampu melewati segala batasan, Dan bahwa kita istimewa.

Untuk
para perempuan yang kuat…

Terimakasih, karena telah mengubah dunia
dengan kekuatan yang lembut. Dengan keberanian yang tulus, membuktikan kita
bukanlah makhluk pasrah yang mudah menyerah bersenjatakan air mata. Dan membuat
kita semua merasa lebih dihargai.

Untuk
mereka yang pernah merendahkan, melecehkan, dan menganggap lemah perempuan…

Berpikirlah, bagaimana kalian lahir dari
rahim seorang perempuan. Bagaimana ketulusan, dan kasih sayang seorang
perempuan mendewasakan kalian, bagaimana perempuan tercipta untuk melengkapi,
dan menyeimbangkan hidup. Dan tercipta untuk dihargai.

Perlakukanlah perempuan tidak sebagai
makhluk istimewa yang harus dipuja namun perlakukanlah dengan setara.
Percayalah pada kekuatannya. Jagalah hatinya, Lengkapilah hidupnya.

-Boyaz-

Untuk
para perempuan yang pernah dianggap lemah…

Berjuanglah, jangan pernah menyerah. Kita
memiliki dua kekuatan, hati dan pikiran. Kita tidak dilahirkan sebagai makhluk
lemah tanpa daya, kita membangun dunia dengan kasih. Dengan kelembutan yang
tercipta sebagai sumber kekuatan.

Percayalah, kita mampu bangkit, kita
mampu bertahan. Jangan pernah menyerah jika kita berada dibawah superioritas
dan dominitas mereka yang merasa bisa berkuasa atas kita. Yakinkan diri kita,
gunakan kekuatan hati kita, untuk terus bertahan. Gunakan kekuatan pikiran kita
untuk bangkit, tanpa harus merasa tersakiti.

Untuk
para perempuan yang pernah merasa direndahkan…

Yakinlah, kita istimewa. Kita tercipta
sebagai manusia dengan ketabahan luar biasa, Namun memiliki kekuatan dari dalam
yang membuat kita terus bertahan, tanpa menyerah. Biarkan mereka menganggap
kita manusia dengan kasta terendah, lalu tinggalkan mereka sendiri, tanpa ada
kita untuk melengkapi.

Buktikanlah jika kita pantas dihargai,
dan dihormati, dan diperlakukan dengan baik.

Untuk
para perempuan yang pernah merasa dilecehkan…

Lawan! Jangan biarkan kita terus
diinjak-injak, kita bukanlah jenis manusia yang pasrah, dan lemah. Kita bukan
objek untuk dijadikan tolak ukur kekuatan mereka.

Jangan pernah merasa sendirian, karena
kita berharga, dan pantas dihargai.

Untuk
para perempuan yang penuh kasih…

Biarkan dunia melihat kita, tunjukkan
bahwa kasih adalah kekuatan terbesar dalam hidup, buktikan, bahwa kasih tak
bersyarat. Bahwa kasih mampu melewati segala batasan, Dan bahwa kita istimewa.

Untuk
para perempuan yang kuat…

Terimakasih, karena telah mengubah dunia
dengan kekuatan yang lembut. Dengan keberanian yang tulus, membuktikan kita
bukanlah makhluk pasrah yang mudah menyerah bersenjatakan air mata. Dan membuat
kita semua merasa lebih dihargai.

Untuk
mereka yang pernah merendahkan, melecehkan, dan menganggap lemah perempuan…

Berpikirlah, bagaimana kalian lahir dari
rahim seorang perempuan. Bagaimana ketulusan, dan kasih sayang seorang
perempuan mendewasakan kalian, bagaimana perempuan tercipta untuk melengkapi,
dan menyeimbangkan hidup. Dan tercipta untuk dihargai.

Perlakukanlah perempuan tidak sebagai
makhluk istimewa yang harus dipuja namun perlakukanlah dengan setara.
Percayalah pada kekuatannya. Jagalah hatinya, Lengkapilah hidupnya.

-Boyaz-

Malu maluin…

Wednesday, August 1st, 2007

Embrassing moments of my Life! And stupid things that I ever done…

  • Jatoh di tengah lapangan waktu nyobain handstand, bikin temen-temen sekelas ngakak sepuasnya

  • Bilang “Assalamualaikum” waktu turun dari angkot maksudnya bilang “kiri”…

  • Ketiduran di bis ampe terminal cicaheum

  • Masukin tangan ke mesin cuci yang lagi muter

  • Kesiangan dateng ke sekolah 1 jam, dan begitu masuk kelas gw tidur sampe pulang

  • Marah-marahin orang ditelepon ga taunya salah sambung

  • Misscall orang pas lagi UAN tapi loud speakernya kepencet

  • Ngelukis karikatur guru di papan tulis, sebelum sempet dihapus si guru keburu dateng.

  • Bikin puisi tentang pelajaran ekonomi selama jam pelajaran, tanpa gw sadari si guru berdiri di belakang gw, dan merhatiin tulisan gw

  • Waktu SMA dikasih tugas bikin satu paragraph pake aksara sunda, karena gw Cuma bisa bikin huruf “A” jadinya satu paragraph itu isinya huruf “A” semua

  • Jatoh datar di kolam renang pas nyobain loncat indah

  • Salah masuk mobil orang

  • Lupa ngelepas anduk pas mau berangkat sekolah

  • Salah pake seragam, aturan pake batik hari jumat, gw hari kamis

  • Salah masukin kode jurusan pas mau SPMB

  • Nerbangin butterfly Barbie di tokonya, tapi nyangkut di rak.

  • Main badminton di dalem rumah, bikin adik gw ketabok raket

  • Maksud hati nyebrangin orang tapi malah disebrangin

  • Disiram orang gila pas mau berangkat sekolah

  • Janjian sama temen tapi salah hari

  • Jatoh tengkurep di depan AACC pas mau nonton pagelaran

  • Kepeleset didepan kosan cowok

  • Narik-narik infuse sampe jarumnya bengkok

  • Main kartu pas ngantri bioskop, ampe ditegor satpam

  • Ngegas motor yang lagi distandard

  • Curhat sama cermin

  • Latah nyebutin nama supir taksi pas sopirnya ngerem ngedadak

  • Disebrangin anak SD

  • Motong poni sendiri

  • Ngayal jadi bajak laut

  • Bolos sekolah jam delapan pagi

  • Waktu hari jumat lupa ga bawa kerudung alhasil taplak jadi kerudung gw…

  • Manjat pager pake rok

  • Masukin kritik tentang sekolah gw ke Koran, jadi dipanggil kepsek karena dinilai mencemarkan nama baik sekolah, dan pas upacara nama gw disebut-sebut

  • Jatoh di blue stage pas lagi makrab

  • Kejedot tiang listrik di depan GOR saparua

  • Ketiduran di tempat les dibangunin sama gurunya, padahal gurunya ganteng banget…

  • Dikejar anjing pas turun dari ojek

  • Nabrak spion truk

  • Salah masukin belanjaan ke troli orang

  • Kesiangan pas uas begitu masuk gw ngomong “anteng amat…lu pada, ga ada pemgawasnya ini!” ga taunya si pengawas ada di belakang dan ga keliatan…
  • jatoh pas latian barikade depan temen2 dan posisi jatohnya engga bgt dah… pake acara muter muter dulu!

saya ga tau dan bingung

Wednesday, August 1st, 2007

Name

Laras Sukmaningtyas,

Bandung

20 Februari 1988. semua orang memanggil saya Boyaz. Kecuali orang rumah yang terbiasa memanggil saya dengan sebutan “teteh”. Hobbynya baca, baca, baca, nulis, nulis, nulis, ngegambar pake crayon, ngayal, dan jatoh (sedikit bermasalah dengan keseimbangan). Bisa baca sejak umur dua tahun, bermula dari buku-buku mitologi Yunani (memberi saya wawasan dini mengenai poligami karena Zeus beristri banyak). Berlanjut ke cerita rakyat (yang waktu kecil membuat saya nggak bisa berhenti bertanya “kok perahu bisa berubah jadi gunung?”)

            Sejak kecil nggak pernah suka sama cerita putri-putrian, dari dulu saya nggak pernah percaya sama yang namanya ibu peri. Yang ngajarin kita untuk berpikir instant. Cukup dengan nangis…lalu… tring…!!! Semua keinginan bakal terkabul. Juga nggak suka sama cerita-cerita yang mengakhiri kisah sedih dengan pernikahan plus ada tulisan “happy ending” di belakangnya. Waktu kecil saya sering bertanya “emang kalo putri sama pangeran nikah pasti bakal bahagia ya?” sejak itu ayah saya memutuskan berhenti membeli buku cerita sejenis itu. Lalu mulai membelikan buku-buku seri tokoh dunia sebagai hadiah masuk TK. Di umur

lima

tahun saya sudah berkenalan dengan Einstein, Marie Curie,

Newton

,

Lincoln

,

Edison

.

            Dulu saya kira semua anak sama minat bacanya seperti saya. Sampai guru TK ngomelin saya karena selalu pengen nimbrung di pelajaran mengeja.

Masuk

SD

saya keranjingan buku-buku Enid Blyton, dan Chicken Soup.

Pertengahan

SD

saya mulai diperkenalkan buku-buku dan cerpen-cerpen karangan Seno Gumira Ajidarma, Yang pertama saya baca adalah “Iblis tak Pernah Mati”. Berlanjut dengan buku-buku karangan Pramoedya yang saya baca ketika kelas

lima

SD

, sampai sekarang.

            Namun waktu kelas 1smp otak saya terkena virus Harry Potter. Bahkan sampai sekarang pun virus itu masih menjangkiti saya. Biarpun begitu kecintaan saya terhadap buku-buku Pram tidak akan pernah pudar (alah…apaan sih bahasanya??!!)

            Kesenangan saya akan dunia tulis menulis berawal sejak kelas dua SD. Standar sih…buku diary… lalu mengembangkan khayalan saya tentang seorang anak cewek yang terjebak di satu dimensi lain. Lalu doyan nulis puisi, dan waktu SMP hobi Menuhin mading dengan tulisan-tulisan saya. Kegiatan menulis saya sempat vakum waktu awal SMA, ketika saya lagi senang-senangnya menjadi hedonist. Di kelas 3 saya tobat (

kan

mau UAN) lalu nulis cerita tentang persahabatan

lima

orang jenius, yang sampe sekarang nggak ada endingnya. Karena saya kuliah di Fakultas Sastra yang tugasnya nggak lain berupa esai dan makalah, maka minat menulis saya semakin terasah. Biarpun kadang apa yang saya tulis nggak penting (seperti halnya tulisan ini) yang penting apa yang ada di pikiran saya bisa terungkapkan.

            Saya adalah seorang pengkhayal. Waktu kecil saya suka mengkhayal jadi bajak laut. Dan saya selalu memerankan tokoh dari buku yang saya baca. Misalkan saya membaca bukunya Marie Curie atau Anne Frank. Lalu saya akan berpura-pura jadi Anne Frank. Hal itu membuat saya senang, karena dalam dunia khayal saya, saya bebas jadi apa saja. Dan saya selalu jadi pemenang. That’s the point…

            Dilahirkan ditengah keluarga yang sangat demokratis dengan satu kakak, dan satu adik, yang dua-duanya cowok, dan doyan bikin “rusuh” seorang ibu yang hobinya nyanyi dan main games, dan ayah yang selalu jadi kontributor buku serta teman diskusi membuat saya nggak pernah kesepian. Tapi sebenarnya saya suka sendirian. Dan keluarga saya mengerti itu.

            Saya masih belum punya cita-cita yang pasti (19 tahun dan belum punya cita-cita?!). dulu saya pengen jadi psikolog, tapi kadar kepekaan saya yang kurang ma’nyus membuat saya mengurungkan niat itu. Tapi cita-cita saya sementara (masih ada kemungkinan untuk berubah) ini pengen dapet beasiswa S2 dan mempelajari filsafat. Entah kenapa klaim sebuah kebenaran selalu jadi bahan pertimbangan, dan pertanyaan saya.

            Saya… saya… saya… banyak banget kata “saya”. Padahal saya bukan siapa-siapa. Saya Cuma seorang perempuan yang doyan baca, doyan mikir, doyan nanya, saya hanya seorang anak yang memimpikan neverland…